Arsip Tag: makassar

Roti Legendaris Bersaing Dengan Zaman

Ragam Kuliner – Roti, roti, roti, roti sambaluuuu (pelanggan), dengan logat Makassar yang kental dan bermodal sepeda onthel  Daeng  (sapaan untuk orang bugis makassar) penjual roti keliling dari lorong ke lorong menjajakan roti legendaris. Disebut legendaris karena roti ini sudah mulai dijajakan sejak tahun 1980 bahkan mungkin sebelumnya.

Suara panggilannya bak berbalas sahutan dengan suara kayuhan sepeda pancal yang terbilang uzur termakan zaman. Tanpa cat dan sentuhan warna. Menambah rona klasik keberadaannya, bersanding dengan  beberapa tumpukan kotak dengan berbahan dasar almunium sebagai wadah untuk menjajakannya.

Teriakannya yang khas menggugah selera pelanggan

Rupanya teriakan sang penjual roti  yang menggugah perasaan para  pelanggan akan kerinduan sepotong roti. Seirama dengan tampilan yang unik dan menarik pada penganan yang dijajakannya. Penjual roti ini mengingatkan penulis betapa usaha  roti ini merupakan bukti kekuatan Usaha Kecil Menengah (UKM) dari jaman dahulu dan hingga ini, bahka pada saat pandemi sekalipun.

Mengandalkan pemasaran dengan langsung mendatangi pelanggan dari rumah ke rumah usaha ini hingga kini mampu bersanding dengan produsen besar roti produksi yang telah dikenal luas masyarakat, meskipun kini jumlahnya tidak banyak lagi. Menyasar pasarnya langsung menjemput bola ketangan konsumen, pedagang masih yakin ada pelanggan tetap yang masih setia bahkan fanatik dengan beranggapan bahwa yang diolah secara tradisional masih lebih enak dan menarik ketimbang yang diolah serba modern.

Menyebut penganan roti riolo (roti jaman dahulu) atau roti kaleng  begitulah disebutnya di Makassar pada masa kanak kanak. Di era tahun  1980-1990an. Pemasaran dengan menggunakan wadah kaleng tetap menarik, bagaimana tidak , tampilannya  yang menarik dengan ciri memakai tempat kaleng bertekstur aluminium buram dengan kokoh bertengger diatas sebuah papan pada  tempat boncengan sepeda pancal yang tergolong antik.

Ketika dahulu pedagang roti keliling ini  masih banyak kita jumpai dengan berjualan setiap waktu . Pagi dan sore pedagang berkeliling memakai sepeda pancal, setia menyusuri sudut sudut kota di Makassar.  Sejak muncul pertama kali dibanderol dengan harga sekitar 100 rupiah, kemudian merangkak ke angka 250 rupiah, 500 rupiah , 1000 rupiah, 1500 hingga menyentuh angka dikisaran 2500 rupiah, untuk saat ini.

Dibuat dengan memakai  teknik tradisional dan resep turun termurun roti ini  rupanya masih tetaplah menyimpan citarasa yang alami sejak pertama kali muncul. Dengan  olesan mentega menjadikan topping rotinya nampak kecoklatan penanda matang. Untuk isinya , wow..ini yang membuat kangen akan rasanya yang sedikit berbeda dengan tampilan roti yang dijual saat ini.

Tekstur dan rasanya masih menyimpan kelembutan serta cita rasa ala  jaman dahulu. Entah karna pembuatannya yang masih terbilang tradisional atau karena pengaruh rindu akan sensasi kenikmatan roti ini.

Ramai anak kecil yang merengek meminta dibelikan oleh ayah dan ibunya. Pun demikian untuk yang dewasa, apalagi. Penganan roti ini akan terasa nikmat jika disandingkan dengan menyeruput secangakir teh atau kopi pahit tanpa gula. Apalagi disaat bulan Desember ini dengan cuaca yang terkadang mendung dan hujan. Sangatlah menikmati kudapan disaat cuaca lagi dingin dinginnya sebari becengkerama bersama keluarga tercinta.

Mempunyai varian rasa diantaranya, roti pisang ,roti keju, roti kacang, roti coklat dengan susunan yang begitu teratur didalam boks almunium, menurut info sang penjualnya, roti jni dibuat di wilayah kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

Penasaran dan menyimpan kerinduan akan tekstur  rotinya, silahkan pembaca yang berada di wilayah Kota Makassar, dapat menghubunginya secara langsung pihak penjual roti ini, melalui nomor telepon 082397096145 ( Bapak Roti Riolo).

Selamat bernostalgia dengan kudapan roti legenda masa lalu.